MENGENAL SEJARAH DESA ROSEP


Whats_App_Image_2018_02_04_at_11_12_56_AM

      Tahu kah kamu bahwa desa Rosep selain memiliki kekayaan alam yang berlimpah-ruah juga memiliki keunikan serta sejarah dalam pemberian nama Rosep. Yuk kita intip apa saja sih keunikan dari ceita sejara desa Rosep.

        Rosep merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan. Tentu saja setiap desa memiliki sejarah bagaimana desa tersebut terbentuk. Faktor yang menyebabkan terbentuknya sebuah desa diantaranya yairtu faktor alam, kondisi geografis, dan lainnya termasuk legenda yang masuk dalam kategori sejarah. Seperti halnya desa Rosep yang memiliki sejaran dalam pembentukan nama Rosep.

       Pada tahun yang berabad-abad dulu, desa Rosep merupakan desa yang masih baru berdiri dan belum ada penamaan Rosep serta masih dalam keadaan yang penuh dengan hutan dan alas. Kebetulan dulunya kampung Rosep dan desa Rosep sendiri itu daerah rumah saya” kata Kyai Hanan Syakroni”.

     Dulu ketika belum ada penamaan Rosep, ada satu tokoh Kyai yang berpengaruh dalam pembentukan desa Rosep yaitu Kyai Hj Abdul Rahman atau biasa dipanggil (buju’ Ndhur). Pak Kyai menjelaskan bahwa pak kyai Abdul Rahman saat itu tinggal di alas bersama isti dan anaknya yang bernama Af’al. Saat menghuni desa bersama keluarganya, Kyai Abdul Rahman membabat alas sekitar kampung dan saat itu terdapat hewan buas seperti anjing. Kemudian pak Kyai Abdul Rahman ini membangun desa mulai dari pendidikan dan lainnya. Akan tetapi saat itu belum ada penamaan desa Rosep.

      Ketika Kyai Abdul Rahman menepati kampung itu, terjadilah peperangan atau perebutan kekuasaan untuk merebutkan kampung Lombeng dan kampung rosep (saat itu blm ada penamaan) yang ditempati buju’ Ndhur. Dan ketika perebutan kekuasaan, yang menang adalah Kyai Abdul Rahman. Dan hasil musyawarah antara Kyai Hj Abdul Rahman dengan putranya Af’al (buju’ A’al) terbentuklah nama Rosep sebagai nama kampung tersebut. Pada saat itu kyai Af’al mempunyai kuda yang diberi nama Amul Husni (kesusuahan). Kuda tersebut dibei nama tersebut sebab sejarah yang membawa kuda dalam perjuangan ketika perebutan Lombeng lauk dan desa Rosep.

Whats_App_Image_2018_02_04_at_11_12_56_AM_1
      
       Rosep berasal dari kata Rosefah (ro, so’, dan fa’) yang memiliki arti bersih. Nama Rosep ini berasal dari kata Rosefah yang memiliki arti bersih dan kampung yang berada di Mekkah. Kampung Rosep ini kemudian terbagi menjadi beberapa desa diantaranya yaitu sebelah barat kampung bethes yang perbatasan dengan Lombeng Laok dan Rosep. Agak ke timur terdapat kampung sumber anyar yang memiliki makna bahwa desa ini terdapat sumber air yang tidak ada habisnya. “Sumber air yang berada di desa sumberanyar ini dulunya digali oleh Kyai Af’al dan dijadikan sumur hingga saat ini” kata Kyai Hannan Syakroni. Dan selanjutnya desa Mangkereng yang memiliki pengertian tempat mengikat tali kuda si kyai Af’al (kenengah mangker buju). Selanjutnya kampung Guceh yang berada di sebelah timur (memiliki makna bahwa saat itu ada orang yang menggali tanah dan menemukan guci atau gentong dalam keadaan tertimbun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages