“YASINAN DAN SELAMETAN’’ SEBAGAI WUJUD SYUKUR MASYARAKAT DESA ROSEP


IMG_20180202_WA0036
    
    Tradisi yasinan dan selametan merupakan dua tradisi yang masih dilestarikan oleh sebagian masyarakat salah satunya adalah masyarakat desa Rosep. Dua merupakan bentuk rasa syukur atas anugerah dan karunia yang diberikan Allah SWT. Tradisi yasinan ini dilakukan masyarakat baik kaum laki-laki maupun perempuan dan dikalangan remaja. Tradisi yasinan ini merupakan agenda rutin yang selalu dilakukan setiap minggunya dimulai setiap malam jumat (untuk laki-laki) dan setiap malam kamis (untuk perempuan).

     Tradisi yasinan ini merupakan bentuk kegiatan masyarakat untuk mendekatkan diri pada ajaran Islam melalui membaca Al-Qur’an. Jika yasinan merupakan kegiatan rutin setiap minggunya, berbeda dengan selametan. Selametan merupakan salah satu tradisi yang masih dilakukan oleh masyarakat desa Rosep. Tradisi ini tidak dilakukan setiap minggu, tetapi tradisi ini hanya sebagai bentuk empati masyarakat desa Rosep terhadap warga yang meninggal dunia. Akan tetapi tidak hanya berkaitan dengan meninggalnya warga sekitar, biasanya selametan juga berkaitan dengan khitanan, pernikahan, perayaan tahun Islam dan lain sebagainya.


YASINAN_DESA_ROSEP

      Pelaksanaan tradisi selametan ini berbeda-beda, diantaranya yaitu pada malam hari, siang hari, sore hari atau pada waktu-waktu tertentu, misalnya pada hari ketiga, ketujuh, keseratus, hingga ke seribu. Dalam prakteknya, Selametan atau syukuran dilakukan dengan mengundang beberapa kerabat atau tetangga. Secara tradisional acara syukuran dimulai dengan doa bersama, dengan duduk bersila di atas tikar, melingkari nasi tumpeng dengan lauk pauk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages